Media Pembelajaran Interaktif

MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF

Untuk dapat melaksanankan tugasnya secara profesional, seorang  guru dapat memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.  Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran.

Dalam penyelenggaraan pelatihan, sering ditemukan keadaan dimana waktu pelatihan sangat terbatas, sedangkan kemampuan peserta pelatihan dalam menerima materi pelatihan tidaklah sama, ada yang cepat menangkap namun ada yang memrlukan waktu lebih dalam memahami. Dari fenomena ini maka ingin diketahui efektivitas pembelajaran interaktif yang dirasakan oleh para peserta diklat dalam menerima pelajaran. Pembelajaran interaktif dinyatakan oleh Dimyati dan Mujiono (1999) seperti yang dikutip oleh Komara (2014) adalah suatu kegiatan guru yang secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.  Ditambahkannya pula, model pembelajaran interaktif adalah suatu cara atau teknik pembelajaran yang digunakan oleh guru/fasilitator pada saat menyajikan bahan pelajaran dimana guru pemeran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang edukatif, yakni interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar.

Syarat model pembelajaran interaktif dikemukakan oleh Ahmad Sabri dalam Endang Komara (2014) adalah sebagai berikut: (1) dapat membangkitkan motivasi, minat atau gairah belajar siswa,  (2) dapat merangsang keinginan siswa untuk belajar lebih lanjut, (3) dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk memberikan tanggapannya terhadap materi yang disampaikan, (4) dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian siswa, (5) dapat mendidik siswa dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoeh pengetahuan melalui usaha pribadi, (6) dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari. Peran guru mempunyai hubungan erat dengan cara mengaktifkan siswa dalam belajar, terutama dalam proses pengembangan keterampilan. Balen (1993) seperti yang dikutip oleh Komara (2014), bahwa pengembangan keterampilan yang harus dimiliki siswa adalah keterampilan berpikir, keterampilan sosial dan keterampilan praktis.  Ketiga keterampilan tersebut dapat dikembangkan dalam situasi belajar mengajar yang interaktif antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa.

Agar siswa termotivasi dalam komunikasi  2 arah, maka guru perlu memilih strategi pembelajaran yang menyenangkan.  Sebagaimana pendapat Murray (1984) yang menyatakan hal-hal yang bersifat menyenangkan dapat menggali dan mengembangkan motivasi siswa.  Motivasi siswa dipengaruhi taraf kesulitan materi. Ini berarti motivasi dapat berkurang apabila materi pembelajaran mempunyai taraf kesulitan yang tinggi atau sebaliknya. Namun dapat juga taraf kesulitan justru tergantung pada motivasi siswa. Kegiatan belajar tidak ditekankan pada “hasil”, tetapi pada “proses” belajar.  Dengan demikian yang lebih utama adalah penyusunan strategi bagaimana agar siswa memperoleh pengetahuan dengan cara “mengalami”, bukan “menghafal”.

Evaluasi penting dilakukan untuk mengukur sejauh mana media pembelajaran yang telah dipilih dan digunakan, dirasakan manfaatnya terhadap pemilihan bahan perbaikan dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan media pembelajaran pada periode berikutnya secara berkesinambungan. Media tidak dapat dipilih dan digunakan asal saja, tetapi harus dipilih dengan seksama dan digunakan dengan benar. Tidak ada suatu mediapun yang dapat dipakai untuk mencapai semua tujuan, sehingga tidak mungkin semua diperlakukan dengan media yang sama. Dalam penyelenggaraan diklat, pemilihan jenis media yang digunakan perlu dipertimbangkan pada kebersamaan antara metode belajar mengajar, tujuan dan situasi pembelajaran. Dari sekian banyak media dalam penggunaannya tidak ada satu mediapun yang terbaik, karena setiap jenis media mempunyai kelemahan. Yang terbaik tentunya menggunakan kombinasi beberapa jenis media, sehingga dapat menutupi kelemahan media tersebut.

Berikut adalah media pembelajaran interaktif powerpoint pada materi kubus yang saya rekam menggunakan aplikasi bandicam :


Komentar

  1. Izin bertanya kk..dalam pembelajaran kubus ini dibutuhkan kemampuan spasial yg mumpuni bagi siswa agar mudah dlam memahami materi yang disampaikan, menurut kk bagaimana dalam suatu media ajar katakanlah ppt yg dibuat dpat meningkatkan kemampuan spasial siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suatu media dapat dikatakan meningkatkan kemampuan siswa jika, awalnya siswa tidak tahu kemudian menjadi tahu. Penggunaan ppt ini sdh ckup mmbntu siswa dalam kemampuan spasial, krna di media ini sdh diperlihatkan kpd siswa unsur unsur kubus dan hal hal yg berkaitan dgn pembelajaran kbus.

      Hapus
  2. Media tidak dapat dipilih dan digunakan asal saja, tetapi harus dipilih dengan seksama dan digunakan dengan benar. menurut mbak octa, pernyataan ini bersifat wajib "ain kah? bagaimana jika guru sudah berusaha maksimal membuat media, namum ternyata belum benar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dgn prtnyaan trsbut kak, krna sbgai guru kita hrus berusaha mmberikan yg terbaik kepada siswa kita. Jika kita sdh berusaha maksimal trnyata hasilnya belum benar, mgkin kita harus lebih banyak belajar dan mencari cara lain yg bisa membuat siswa kita paham.

      Hapus
  3. Sangat menarik media nya, Mau tanya kak, materi kubus ini bisa gak dibuat dalam pembelajaran praktek, karena menurut saya kalau langsung praktek siswa lebih mengerti dan memahami konsep suatu kubus sendiri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu bisa nia, kita bisa mengajak siswa praktek membuat jaring jaring kubus, yg nanti nya bisa dibuat menjadi bentuk kubus. Nah dari jaring2 itu kita bisa juga mengajak siswa mencari rumus luas dan volume kubus

      Hapus
  4. media pembelajaran ini kan memiliki tujuan untuk memudahkan siswa dalam belajar, menurut okta bagaimana cara penerapan media ini dalam proses kbm agar maksimal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Media dikombinasikan dgn praktek lgsg menurut saya bisa menjadikan pembelajaran yg optimal fauzi.

      Hapus
  5. Menurut okta, apakah dengan media belajar interaktif, dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya bisa kak. Krna media interaktif membuat siswa lebih bersemangat dalam belajar, sehingga pemahaman siswa pun meningkat.

      Hapus
  6. Menurut okta, apakah dengan media belajar interaktif, dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran Berbasis ICT

Cognitive Theory Of Multimedia Learning