Tipe Belajar Pada Siswa
Pengertian Gaya Belajar
- Menurut Fleming dan Mills (1992), gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.
- Drummond (1998:186) mendefinisikan gaya belajar sebagai, “an individual’s preferred mode and desired conditions of learning.” Maksudnya, gaya belajar dianggap sebagai cara belajar atau kondisi belajar yang disukai oleh pembelajar.
Macam-Macam Gaya Belajar
1. Visual
(belajar dengan cara melihat)
Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat.
Bagi siswa
yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata /
penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru
sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke
obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara
menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan
tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan
ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk
duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan
gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan
tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video.
Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk
mendapatkan informasi.
Ciri-ciri gaya belajar visual :
· - Bicara agak
cepat
·
- Mementingkan
penampilan dalam berpakaian/presentasi
·
- Tidak mudah
terganggu oleh keributan
·
- Mengingat
yang dilihat, dari pada yang didengar
·
- Lebih suka
membaca dari pada dibacakan
·
- Pembaca
cepat dan tekun
·
- Seringkali
mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
·
- Lebih suka
melakukan demonstrasi dari pada pidato
·
- Lebih suka
musik dari pada seni
· - Mempunyai
masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali
minta bantuan orang untuk mengulanginya
Strategi
untuk mempermudah proses belajar anak visual :
1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
2. Gunakan
warna untuk menghilite hal-hal penting.
3. Ajak anak
untuk membaca buku-buku berilustrasi.
4. Gunakan
multi-media (contohnya: komputer dan video).
5. Ajak anak
untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
2. Auditori (belajar dengan cara mendengar)
Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara,
berbicara sedang2 saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan
belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru
sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang
mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan
diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat
mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya),
kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang
mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi
ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan
kaset.
Ciri-ciri
gaya belajar auditori :
· - Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
·
- Penampilan
rapi
·
- Mudah
terganggu oleh keributan
·
- Belajar
dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
·
- Senang
membaca dengan keras dan mendengarkan
·
- Menggerakkan
bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
·
- Biasanya ia
pembicara yang fasih
·
- Lebih pandai
mengeja dengan keras daripada menuliskannya
·
- Lebih suka
gurauan lisan daripada membaca komik
·
- Mempunyai
masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
·
- Berbicara
dalam irama yang terpola
·
- Dapat
mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :
1. Ajak anak
untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam
keluarga.
2. Dorong
anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
3. Gunakan
musik untuk mengajarkan anak.
4.
Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
5. Biarkan
anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk
mendengarkannya sebelum tidur.
3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih
lambat. Anak yang
mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan
melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan
mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya
belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.
Ciri-ciri
gaya belajar kinestetik :
· - Berbicara perlahan
·
- Penampilan
rapi
·
- Tidak
terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
·
- Belajar
melalui memanipulasi dan praktek
· - Menghafal
dengan cara berjalan dan melihat
·
- Menggunakan
jari sebagai petunjuk ketika membaca
·
- Merasa
kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
·
- Menyukai
buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
·
- Menyukai
permainan yang menyibukkan
·
- Tidak dapat
mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
·
- Menyentuh
orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung
aksi
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:
1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
2. Ajak anak
untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca
sambil menggunakan gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
3. Izinkan
anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
4. Gunakan
warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
5. Izinkan
anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.
izin bertanya kk,, menurut kk tipe gaya belajar manakah yang paling diuntungkan jika guru mengajar dengan menggunakan / membawa alat/simulator.?
BalasHapusMenurut saya yg diuntungkan kinestetik, krna saat mengunakan simulator pembelajaran lebih bnyak praktik.
Hapusmau bertanya kak,, gimana cara memaksimalkan gaya belajar kinestetik seorang guru itu sendiri kak?
BalasHapusGuru harus tahu dulu dimana kekurangan dan kelebihannya, jika guru kurang di kinestetik, maka guru perlu membuat media yg bisa membntu kinestetiknya. Seperti membuat alat simulasi, alat peraga, dll.
Hapus